STUDI KASUS TENTANG JARINGAN PADA CISCO PACKET TRACER




DISUSUN OLEH :
NAMA         : NINIS KHOMDIYAH
KELAS        : XI TKJ 1
MAPEL        : AIJ (ADMINISTRASI SITEM JARINGAN)





       DAFTAR ISI :

1. TUJUAN 
    A. MENGANALISIS PENGERTIAN CISCO PACKET TRACER
    B. MENGETAHUI FUNGSI, KEGUNAAN, KELEBIHAN DAN KEKURANGAN CISCO                     PACKET TRACER
2. PRAKTEK / MELAKUKAN PERCOBAAN DENGAN CISCO PACKET TRACER
    A. PERALATAN
    B. LANGKAH PERCOBAAN
3.  TUGAS PENDAHULUAN
4.  KESIMPULAN






1. TUJUAN

     A. PENGERTIAN CISCO PACKET TRACER

  Packet Tracer adalah sebuah aplikasi simulator alat-alat jaringan cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulai jaringan komputer. Dan aplikasi ini dibuat oleh Cisco Systems dan disediakan secara gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah berpatisipasi di Cisco Networking Academy.

Dan tujuan utama dari Packet Tracer ini adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan pengajar agar dapat memahasi prinsip jaringan komputer dan juga membangun skill di bidang alat-alat jaringan cisco.


     B. FUNGSI, KEGUNAAN, KELEBIHAN DAN KEKURANGAN CISCO PACKET TRACER

    1. FUNGSI 
         
       Fungsinya adalah untuk merancang sebuah sistem atau topologi jaringan yang akan diterapkan pada dunia nyata, apabila kita membuat topologi jaringan komputer tanpa bantuan aplikasi ini biasanya membutuhkan biaya yang sangat mahal. Oleh karena itu cisco membuat aplikasi ini agar orang dapat belajar tanpa membutuhkan biaya yang sangat mahal.

    2. KEGUNAAN

        Aplikasi ini biasanya digunakan siswa Cisco Networking Academy melalui sertifikasi Cisco Certified Network Associate (CCNA). Dikarenakan batasan pada beberapa fiturnya, software ini digunakan hanya sebagai alat bantu belajar, bukan sebagai pengganti Cisco routers dan switches. Packet Tracer memungkinkan siswa untuk merancang kompleks dan besar jaringan, yang sering tidak layak dengan hardware fisik, di karenakan biaya. Packet Tracer biasanya digunakan oleh siswa CCNA Academy, karena tersedia untuk mereka secara gratis.

    3. KELEBIHAN

  1.   A.  Dapat meningkatkan kreativitas individu karena pembelajaran dilakukan sendiri.
  2.   B.  Dimungkinkan siswa untuk mengeluarkan ide atau gagasan secara baik dan sistematis.
  3.   C.  Dapat mengurangi biaya besar untuk melakukan kegiatan pembuatan jaringan.
  4.   D.  Pembelajaran akan lebih menarik sebab media yang dipakai berupa visual atau gambar.
  5.   E.  Dapat melakukan rancangan suatu topologi jaringan dengan mudah serta penempatan perangkat jaringan dapat diatur dan ditentukan dengan baik.

  6. 4.Kekurangannya :
    1. A. Untuk melatih alur kemampuan siswa untuk belajar melalui media sangatlah sulit.
    2. B. Media yang diterampilkan adakalanya susah dipahami oleh siswa.
    3. C. Media yang ditampilkan memiliki komponen fisik yang terbatas.
    4. D. Permasalahan yang diajukan adakalanya tidak sesuai dengan daya nalar siswa.
    5. E. Harus membutuhkan kosentrasi yang tinggi, sementara siswa sudah diajak kosentrasi penuh atau totalitas.


2. PRAKTEK / MELAKUKAN PERCOBAAN MENGGUNAKAN CISCO PACKET TRACER
    
   


Membuat Jaringan Sederhana dengan Cisco Packet Tracer

A. PERALATAN
    - Komputer / PC
    - Aplikasi CISCO PACKET TRACER
B. LANGKAH PERCOBAAN

     untuk mempelajari jaringan khususnya di perangkat cisco berikut adalah langkah langkah untuk membuat jaringan sederhana dengan cisco paket tracer . 
disini saya akan membuat sebuah jaringan computer yang terdiri dari :
  • 21 komputer
  • 3 switch
  • 1 server
Masing-masing switch terhubung dengan 7 komputer. Dan setiap komputer tersebut mempunyai IP address dengan level dan kelompok yang sama. Tampilan akhirnya akan seperti ini :
Langkah-langkah pembuatan jaringan diatas sebagai berikut:

1. Buatlah 3 switch.
Switch dapat ditemukan di toolbar bawah, pada bagian SWITCHES. Pilih tipe yang mana saja, tiap tipe mewakilkan tipe-tipe switch yang dikeluarkan oleh cisco.
2. Buatlah 7 komputer pada tiap-tiap switch, sehingga terdapat 21 komputer yang terhubung dengan 3 switch. Komputer dapat ditemukan pada toolbar END DEVICE.
Susunan dari tiap-tiap komputer tidak harus sama dengan gambar yang saya buat, yang terpenting tiap komputer terhubung dengan switch yang benar. Setelah 21 komputer sudah dibuat, kemudian hubungkan komputer-komputer tersebut ke switch. Karena yang terhubung adalah 2 perangkat yang berbeda maka pakailah kabel straight sebagai media transmisinya.
Ketika pertama kali komputer disambungkan dengan kabel ke switch, lingkaran hijau yang ada di switch akan berwarna kuning. Hal ini menandakan bahwa hubungan tersebut masih diinisialisasi, jika media transmisi yang digunakan benar maka lama kelamaan indikator tersebut akan berubah warna menjadi lingkaran hijau tetapi jika salah maka akan berwarna merah.
3. Hubungkan tiap-tiap switch dengan switch yang berada di tengah, memakan kabel cross.
Mengapa media yang dipakai kabel cross? Karena fungsi dari cross adalah menghubungkan antara 2 device yang sama. Kabel cross dapat ditemukan di toolbar CONNECTIONS.
Sama seperti penjelasan diatas, tunggu sampai indikator berwarna hijau, menandakan hubungan antar perangkat tersebut sudah terhubung.
4. Buatlah 1 buah server yang terhubung dengan switch yang berada ditengah.
Server dapat ditemukan di toolbar END DEVICE. Hubungkan server dengan switch menggunakan kabel straight. Server disini bisa difungsikan sebagai storage data (data warehaouse) atau sentral prosesing (semua proses dilakukan oleh server).
Pengaturan fisik untuk jaringan sudah selesai sampai di sini. Semua perangkat sudah terhubung secara fisik. Untuk melakukan pengiriman data, masih diperlukan sebuah alamat yang unik pada setiap komputer yang terhubung. Hal ini dilakukan agar, data terkirim sesuai sasaran dan switch bisa menentukan ke alamat mana data tersebut dikirim.
Ada 2 tipe IP Address:
· IP static
· DHCP (IP dynamic)
Untuk sekarang kita akan mengkonfigurasi IP static. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Klik komputer yang ingin dikonfigurasi IP addressnya, kemudian akan muncul window baru,
2. Klik tab Desktop,
3. Akan muncul menu, pilih IP Configuration,
4. Isi bagian IP Static dengan 192.168.1.2 dan gateway biarkan secara default 255.255.255.0,
5. Untuk IP komputer kedua, isi dengan 192.168.1.3. Komputer ketiga isi dengan 192.168.1.4 dan seterusnya sampai komputer ke 21,
6. Ulangi langkah 1-5 sampai semua komputer mempunyai IP address yang berbeda.
Setelah semua komputer sudah dikonfigurasi IP Addressnya, sekarang waktunya untuk mencari tahu apakah jaringan sudah terbentuk sempurna atau belum, dengan cara menge-ping komputer yang berseberangan. Dengan cara,
1. Klik komputer yang ingin meng-ping komputer lain, kemudian akan muncul window baru,
2. Klik tab Desktop,
3. Masuk ke menu Command Prompt,
4. Dan ketikkan perintah,
Ping 192.168.1.19 IP Address komputer tujuan.
5. Ping sukses menandakan jalur komunikasi data antar 2 perangkat tersebut sudah terhubung dan siap digunakan.
Tampilan ping/message dari komputer- komputer yang terhubung dalam jaringan.
Gambar berikut diambil berdasarkan PC-0 yang menjadi transmitter dan semua komputer selain PC-0 sebagai receiver.

3. TUGAS PENDAHULUAN
                                                                        PERTANYAAN
  1. Desainlah Jaringannya dengan cisco packet tracer 
JAWABAN


  1. Desain awal
    .
    1.png
  2. Desain akhir
    .
    2.png
4.kesimpulan

1. Hub dan Switch BERBEDA ! 
Hub = Meneruskan paket kesemua PC yg terkoneksi. 
Switch = Memiliki tabel Mac Address, sehingga memungkinkan dia meneruskan paket hanya kepada pemiliknya (Destination Address).

2. IP kelas C mengharuskan 3 blok IP seragam. Meskipun secara fisik telah terkoneksi, namun secara logic tidak terkoneksi.

3. PC to PC = Cross Over Cable
     PC to Hub/Switch = Straight Through

4. Cisco Packet Tracer Tool yang sangat powerful.

    Komentar